Menu Tutup

Unwiku Tambah Doktor Bidang Hukum

PURWOKERTO – Program Studi Hukum Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto menambah doktor baru, menyusul keberhasilan Elly Kristiani Purwendah, S.H., M.Hum. meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin (15/10).

Elly mempertahankan disertasinya yang berjudul “Nilai Keadilan Ganti Kerugian Pencemaran Minyak Akibat Kecelakaan Kapal Tanker Dalam Sistem Hukum Indonesia” dan meraih nilai A.

Penelitian yang dipromotori Prof Dr Marsudi Triatmodjo SH LLM dan co-promotor Linda Yanti Sulistiawati SH MSc, PhD ini menyoroti persoalan ganti kerugian (loss adjuster) pencemaran minyak yang disebabkan oleh kecelakaan kapal tanker. Hal ini membutuhkan lembaga lembaga penghitung ganti rugi khusus.

”Laut Indonesia termasuk jalur padat lalu lintas tanker sehingga sangat berisiko terjadinya pencemaran minyak akibat kecelakaan kapal tanker, seperti yang terjadi di Laut Cilacap yang merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia,” ujar perempuan yang dikenal sebagai aktivis kesetaraan gender ini di Fakultas Hukum UGM, Kamis (18/10).

Menurut Elly, meski dalam praktik belum diterapkan secara ideal, prinsipprinsip hukum internasional (polluter pays principle, precautionary principle dan strict liablility) untuk ganti kerugian pencemaran minyak akibat kapal tanker, telah diterapkan ke dalam sistem hukum nasional. Penyelesaian tuntutan ganti kerugian pun belum dapat diselesaikan dengan baik, sementara institusi terkait belum melaksanakan prinsip-prinsip yang sesuai.

Hingga saat ini masih terdapat tumpang tindih kewenangan dan konflik kewenangan antar institusi pada periodisasi sebelum 2015, terutama sebelum terbentuknya Kementerian Koordinator Kemartiman. Terbentuknya lembaga koordinator ini diharapkan dapat membantu masalah penyelesaian kerugian pencemaran minyak akibat kecelakaan kapal tanker.

Tata Kelembagaan

”Semua dengan menggunakan metode penghitungan kerugian sumber daya alam yang tepat (Contigent Analysis Method), dengan memperhitungkan keinginan membayar (willingness to pay) dan kesediaan untuk menerima (willingness to accept) antara asuransi P dan I dan korban,” katanya.

Pemerintah pusat perlu menata kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap penuntutan dan penghitungan ganti rugi yang tepat. Selain itu, perlu dibentuk lembaga penghitung ganti kerugian (loss adjuster).

Dalam hal ini, Kemenko Kemaritiman diharapkan dapat menjadi koordinator. Sebagai penguat dasar hukum, perlu dibuat pula sistem hukum acara khusus untuk ganti kerugian lingkungan mengingat penerapan precautionary principle, polluter pays principle dan strict liability dalam kasus pencemaran minyak tanker, memiliki karakteristik khusus mengingat tanggung jawab perdata dan tanggung gugat asuransi P&I. Rektor Unwiku, Kaboel Suwardi, S.H., M.M. mengatakan, hingga saat ini Fakultas Hukum Unwiku sudah memiliki 8 doktor. Pihaknya menargetkan 30 persen tenaga pengajar di kampus tersebut bergelar doktor.

”Tahun ini sudah 12 dosen menyelesaikan studi S3, dan 24 dosen masih menyelesaikan tugas belajarnya. Kami mendorong dan memfasilitasi dosen untuk melanjutkan studi agar turut meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus,” tuturnya.(K35-60)

Sumber: https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/135837/unwiku-tambah-doktor-bidang-hukum 

Betboo yeni giriş